Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Isi & Konversi Website

Isi Website yang Mendatangkan Klien, Bukan Sekadar Ramai

4 menit baca

Website mendatangkan klien ketika isinya menjawab keraguan pengunjung, bukan ketika tampilannya paling bagus. Banyak website yang cantik tapi sepi peminat, karena isinya menjelaskan betapa hebatnya perusahaan, padahal yang dicari pengunjung adalah kepastian bahwa masalahnya bisa diselesaikan.

Pengunjung datang membawa tiga pertanyaan: apakah kamu mengerti masalahku, apakah kamu pernah mengerjakan yang seperti ini, dan berapa kira-kira biayanya. Website yang menjawab ketiganya akan menghasilkan lebih banyak daripada website yang cuma indah.

Yang Dicari Pengunjung dalam Sepuluh Detik Pertama

Orang tidak membaca website, mereka memindai. Dalam beberapa detik pertama, mereka memutuskan lanjut atau pergi.

Yang harus langsung terlihat:

  • Kamu mengerjakan apa. Ditulis dengan bahasa yang dipakai pelangganmu, bukan istilah internal.
  • Untuk siapa. Kalau pengunjung merasa "ini bukan untuk usaha seperti saya", dia pergi.
  • Apa yang harus dilakukan berikutnya. Satu ajakan yang jelas, bukan lima pilihan yang membingungkan.

Kesalahan paling umum: kalimat pembuka yang terdengar mewah tapi tidak menjelaskan apa pun. Pengunjung selesai membaca dan masih tidak tahu kamu menjual apa.

Urutan Halaman yang Masuk Akal

HalamanTugasnyaYang harus ada
BerandaMenjelaskan kamu siapa dan untuk siapaMasalah yang diselesaikan, bukti, ajakan
LayananMenjelaskan apa yang dikerjakanPenjelasan sederhana, bukan daftar istilah
Hasil kerjaMembuktikan kemampuanMasalah klien, yang dikerjakan, hasilnya
TentangMenunjukkan ada manusianyaSiapa yang mengerjakan, latar belakangnya
KontakMemudahkan menghubungiCara paling nyaman untuk pengunjungmu

Yang sering berlebihan: halaman visi misi yang panjang, dan galeri foto kantor. Keduanya jarang dibaca calon klien yang sedang mencari solusi.

Bukti yang Meyakinkan

Klaim seperti "berpengalaman" dan "terpercaya" tidak berarti apa-apa, karena semua orang menulis itu. Yang meyakinkan adalah hal yang bisa diperiksa.

  • Nama klien yang pernah dikerjakan. Jauh lebih kuat daripada kata "banyak klien".
  • Cerita satu pekerjaan secara utuh. Apa masalahnya, apa yang dikerjakan, bagaimana hasilnya. Ini yang paling sering dibaca sampai habis.
  • Angka yang spesifik. "318 peserta dari 100 perusahaan" lebih dipercaya daripada "acara besar".
  • Wajah dan nama orangnya. Perusahaan tanpa wajah lebih sulit dipercaya, apalagi untuk pekerjaan yang menyangkut data.

Kenapa Ramai Dikunjungi Tapi Sepi Peminat

Ini keluhan yang sering muncul. Biasanya sebabnya salah satu dari ini:

Pengunjungnya salah. Yang datang bukan orang yang mungkin membeli. Ramai tapi tidak berguna.

Tidak ada ajakan yang jelas. Pengunjung selesai membaca, merasa tertarik, lalu bingung harus apa. Setiap halaman perlu satu ajakan.

Cara menghubungi terlalu merepotkan. Formulir dengan belasan kolom membuat orang menyerah. Minta yang penting saja dulu.

Tidak ada penjelasan harga sama sekali. Kamu tidak harus mencantumkan harga pasti, tapi rentang atau penjelasan cara menghitungnya sangat membantu. Tanpa itu, sebagian orang tidak menghubungi karena takut tidak terjangkau.

Terlalu lambat dibuka. Pengunjung dari ponsel dengan jaringan biasa akan pergi sebelum halamanmu muncul.

Menampilkan Harga Tanpa Kehilangan Ruang Nego

Ini dilema klasik untuk usaha jasa. Menyebut harga takut dianggap mahal, tidak menyebut harga bikin orang enggan bertanya.

Jalan tengah yang biasanya berhasil: sebutkan rentang dan apa yang membuatnya berbeda. Misalnya "mulai dari sekian, tergantung banyaknya halaman dan fitur". Pengunjung jadi bisa menilai sendiri apakah masuk anggarannya, dan kamu tetap punya ruang menyesuaikan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menulis untuk diri sendiri. Isinya membanggakan perusahaan, bukan menjawab masalah pembaca.

Memakai istilah internal. Kata yang biasa dipakai di kantormu belum tentu dimengerti calon klien.

Terlalu banyak pilihan. Semakin banyak tombol, semakin kecil kemungkinan ada yang ditekan.

Membiarkan isinya basi. Harga lama, layanan yang sudah tidak ada, hasil kerja terakhir dari beberapa tahun lalu. Ini menimbulkan keraguan apakah usahamu masih jalan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa halaman yang ideal?

Untuk kebanyakan usaha, lima halaman sudah cukup. Yang penting bukan jumlahnya, tapi apakah setiap halaman punya tugas yang jelas.

Apakah perlu menulis blog?

Berguna kalau calon pelangganmu memang mencari informasi sebelum membeli. Untuk usaha yang pembeliannya cepat dan spontan, manfaatnya lebih kecil.

Seberapa penting foto asli?

Sangat. Foto asli tempat usaha dan hasil kerjamu jauh lebih meyakinkan daripada foto stok yang dipakai banyak orang.

Perlu berapa lama sampai ada yang menghubungi?

Tergantung apakah orang sudah bisa menemukan situsmu. Website baru butuh waktu untuk dikenal mesin pencari. Yang lebih cepat biasanya dari pengunjung yang kamu arahkan sendiri.

Apakah tampilan bagus penting?

Penting sebagai syarat awal kepercayaan, tapi tidak cukup sendirian. Tampilan bagus dengan isi kosong tetap sepi peminat.

Bagaimana tahu isinya sudah benar?

Cara paling murah: minta orang yang tidak tahu bisnismu membuka situsmu selama sepuluh detik, lalu tanyakan kamu menjual apa. Kalau dia tidak bisa menjawab, isinya perlu diperbaiki.

Langkah Berikutnya

Buka situsmu sekarang, baca halaman depannya seperti orang asing. Kalau setelah membaca kamu masih tidak tahu apa yang harus dilakukan pengunjung, di situlah perbaikan pertama dimulai.

Kalau ingin dibantu menilai isi situsmu, ceritakan saja siapa yang kamu incar dan apa yang mau mereka lakukan. Konsultasi tidak dipungut biaya.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga