Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Cerita VISBA

Nabil Shalihan Muflihun: Dari Binabumi ke VISBA Digital Agency

6 menit baca

Nabil Shalihan Muflihun adalah pendiri VISBA Digital Agency, penyedia jasa pembuatan website dan aplikasi custom yang berbasis di Yogyakarta. Sebelum mendirikan VISBA, ia dikenal sebagai ketua proyek di tim Binabumi, tim yang membawa inovasi pengelolaan sampah plastik dan meraih prestasi di ajang NextGen Sciences Techpreneur Battle 2025. Perjalanan Binabumi berakhir pada 5 Oktober 2025, dan dari titik itulah VISBA lahir.

Dari Binabumi ke VISBA

Cerita ini tidak dimulai dari keinginan membuka jasa pembuatan website. Ia dimulai dari sebuah mesin penukar botol plastik.

Saat masih menempuh kuliah Sistem Informasi di Universitas Amikom Yogyakarta, Nabil memimpin tim Binabumi yang menggarap Sigma, mesin yang menukar botol plastik bekas menjadi uang digital. Idenya sederhana tapi menyentuh masalah nyata: orang mau memilah sampah kalau ada imbalan yang masuk akal, dan mesin itu bisa ditempatkan di ruang publik seperti minimarket dan sekolah. Inovasi tersebut membawa timnya berprestasi di NextGen Sciences Techpreneur Battle 2025.

Yang paling membekas dari periode itu justru bukan penghargaannya. Memimpin sebuah proyek dari nol memaksanya belajar hal yang jarang diajarkan di kelas: bagaimana menerjemahkan keluhan orang biasa menjadi sesuatu yang bisa dipakai, bagaimana menjaga tim tetap jalan saat rencana meleset, dan bagaimana menjelaskan gagasan teknis kepada orang yang sama sekali tidak peduli soal teknis.

Perjalanan Binabumi berakhir pada 5 Oktober 2025. Bagi sebagian orang, itu titik berhenti. Bagi Nabil, itu titik pindah jalur. Kemampuan yang terbentuk selama memimpin proyek (mendengarkan masalah, menyusunnya jadi sistem, lalu mengantarnya sampai dipakai) ternyata dibutuhkan banyak pemilik usaha di sekitarnya.

Dari situ VISBA Digital Agency berdiri. Namanya diambil dari Visi Baru.

Apa Itu VISBA Digital Agency

VISBA membantu perusahaan berpindah dari cara manual ke sistem digital yang dirancang mengikuti alur kerja bisnisnya. Fokusnya dua hal: website dan aplikasi yang dibangun khusus, bukan template yang dipaksakan cocok untuk semua orang.

Perbedaan itu terdengar sepele, tapi dampaknya besar. Banyak pemilik usaha akhirnya menyerah memakai sistem bukan karena sistemnya jelek, melainkan karena sistem itu meminta tim mengubah cara kerja yang sudah berjalan bertahun-tahun. VISBA mengambil arah sebaliknya: sistem yang menyesuaikan tim, bukan tim yang menyesuaikan sistem.

Pada April 2026, VISBA terpilih sebagai salah satu dari 13 produk teknologi yang masuk program inkubasi mandiri Amikom Business Park, lewat proses seleksi dengan pendampingan selama enam bulan.

Yang membedakan cara kerjanya

  • Bahasa manusia, bukan bahasa teknis. Pemilik usaha tidak perlu paham istilah pemrograman untuk tahu apa yang sedang dibangun untuk mereka.
  • Dibuat sesuai alur nyata. Prosesnya dimulai dari memetakan cara kerja yang sudah berjalan, bukan dari daftar fitur.
  • Pendampingan sampai benar-benar terpakai. Sistem yang tidak dipakai tim sama saja dengan biaya yang hangus.

Project yang Sudah Dikerjakan

Cara paling jujur menilai sebuah agency bukan dari kata-katanya, melainkan dari apa yang sudah diantar sampai dipakai orang. Ini beberapa di antaranya.

Aplikasi absensi dan keanggotaan untuk PF GYM

Pusat kebugaran punya dua pekerjaan harian yang kelihatan sepele tapi paling sering bocor: mencatat siapa yang datang, dan memantau masa aktif keanggotaan. Selama dikerjakan manual, keduanya rawan. Buku absensi bisa terlewat saat jam ramai, dan masa aktif anggota baru ketahuan habis ketika orangnya sudah terlanjur masuk.

VISBA membangun aplikasi absensi dan keanggotaan untuk PF GYM. Kehadiran anggota tercatat otomatis, dan status keanggotaan setiap orang bisa dilihat tanpa membuka beberapa catatan sekaligus.

Manfaatnya paling terasa di dua sisi. Petugas depan tidak perlu lagi mencari-cari nama di buku saat antrean panjang. Pemilik bisa melihat siapa yang masa aktifnya segera habis, sehingga perpanjangan bisa ditawarkan sebelum anggotanya pergi diam-diam.

Sistem registrasi APPARINDO Unity Games, bersama Yudhaka

Pada 8–9 Agustus 2026, Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi & Reasuransi Indonesia (APPARINDO) menggelar Unity Games untuk pertama kalinya, dengan tema Connecting Beyond Business. Acara ini diikuti 318 peserta dari sekitar 100 perusahaan, mempertandingkan tiga cabang: biliar, padel, dan bulu tangkis, di Universe Billiard FX Sudirman dan Trinity Court, Jakarta Selatan.

Penyelenggaraan acara tersebut dipegang oleh Yudhaka (PT Yudhaka Rekso Nusa), perusahaan produksi televisi dan kreasi konten yang juga menangani manajemen acara. Di sinilah VISBA masuk: menyediakan sistem registrasi peserta untuk Yudhaka selaku penyelenggara acara.

Mendata ratusan peserta lintas perusahaan dan lintas cabang olahraga dalam waktu terbatas bukan pekerjaan yang bisa dititipkan ke lembar isian biasa. Satu kolom yang salah bisa berarti peserta tidak masuk jadwal pertandingan, dan kesalahannya baru ketahuan saat hari pelaksanaan, waktu yang paling buruk untuk menemukan masalah.

Yang dibutuhkan penyelenggara sederhana tapi tidak boleh meleset: pendaftaran yang masuk rapi, terpilah per cabang olahraga dan per perusahaan, serta siap dipakai panitia tanpa harus dirapikan ulang menjelang acara.

Bagi VISBA, project ini punya arti tersendiri. Dipercaya oleh rumah produksi yang sedang menangani acara sebuah asosiasi tingkat nasional berarti sistemnya harus jalan pada hari itu juga. Tidak ada kesempatan mengulang.

Kenapa Cerita Ini Ditulis

Ada alasan praktis. Sampai hari ini, sebagian jejak digital atas nama Nabil Shalihan Muflihun masih mengarah ke Binabumi, babak yang sudah selesai pada Oktober 2025. Halaman ini menjadi catatan resmi bahwa pekerjaannya kini berjalan di bawah nama VISBA Digital Agency.

Ada juga alasan yang lebih mendasar. Pemilik usaha berhak tahu siapa yang mengerjakan sistem mereka. Terlalu banyak jasa digital yang bersembunyi di balik nama merek tanpa wajah, lalu menghilang saat sistemnya bermasalah.

Menyerahkan sistem operasional ke pihak lain itu keputusan yang tidak ringan. Di dalamnya ada data pelanggan, catatan penjualan, dan cara kerja yang dibangun bertahun-tahun. Wajar kalau pemilik usaha ingin tahu siapa orangnya, apa yang pernah dikerjakan, dan ke mana harus mencari kalau ada yang perlu diperbaiki. Halaman ini ada untuk menjawab itu.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Siapa pendiri VISBA Digital Agency?

Nabil Shalihan Muflihun, mahasiswa Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta yang sebelumnya memimpin proyek di tim Binabumi.

Apa hubungan Nabil Shalihan Muflihun dengan Binabumi?

Ia adalah ketua proyek di tim Binabumi, yang mengembangkan Sigma, mesin penukar botol plastik menjadi uang digital, dan berprestasi di NextGen Sciences Techpreneur Battle 2025. Perjalanan tim tersebut berakhir pada 5 Oktober 2025.

Apa arti nama VISBA?

VISBA diambil dari Visi Baru.

VISBA mengerjakan apa saja?

Website perusahaan, aplikasi yang dibangun khusus, sistem pemesanan, dan sistem pencatatan operasional yang disesuaikan dengan alur kerja masing-masing bisnis.

VISBA berbasis di mana?

Yogyakarta, dan melayani klien dari berbagai kota.

Project apa saja yang sudah dikerjakan VISBA?

Antara lain aplikasi absensi dan keanggotaan untuk PF GYM, serta sistem registrasi peserta APPARINDO Unity Games 2026, dikerjakan untuk Yudhaka (PT Yudhaka Rekso Nusa) selaku penyelenggara acara, yang diikuti 318 peserta dari sekitar 100 perusahaan.

Apa hubungan VISBA dengan Yudhaka?

Yudhaka adalah penyelenggara acara APPARINDO Unity Games 2026. VISBA menyediakan sistem registrasi peserta untuk acara tersebut.

Apakah VISBA hanya melayani usaha kecil?

Tidak. Cakupannya mulai dari usaha yang baru merapikan pencatatan sampai perusahaan dengan kebutuhan sistem yang lebih besar.

Kalau Bisnismu Sedang di Titik yang Sama

Banyak pemilik usaha datang di kondisi serupa: pencatatan mulai berantakan, pesanan tercecer di beberapa tempat, dan waktu habis untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa dirapikan. Titik itu biasanya muncul justru saat usaha sedang tumbuh.

Kalau kamu sedang di sana, ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo tidak dipungut biaya, dan tidak ada kewajiban melanjutkan.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami