Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Vertikal Utama Jogja

Usaha Kuliner Jogja: Langkah Digital yang Paling Cepat Terasa

5 menit baca

Kalau kamu punya usaha kuliner di Jogja dan ingin mulai digital, langkah paling cepat terasa adalah menaruh menu dan cara pesan langsung di satu alamat online milikmu sendiri. Bukan aplikasi besar, bukan sistem kasir mahal. Cukup satu halaman yang bisa dibuka siapa pun, isinya menu, harga, jam buka, lokasi, dan tombol untuk memesan lewat WhatsApp atau telepon. Ini yang paling sering langsung terasa di minggu pertama.

Kenapa Bukan Langsung Aplikasi Pesan Antar

Banyak pemilik warung di Jogja mulai dari aplikasi pesan antar karena pesanannya memang cepat masuk. Masalahnya baru terasa beberapa bulan kemudian, saat menghitung sisa uang yang benar-benar masuk kantong.

Komisi aplikasi pesan antar makanan berkisar 15 sampai 25 persen. Angka itu terasa wajar untuk menu Rp50.000. Tapi untuk menu murah, potongannya jadi terasa berat. Es teh seharga Rp8.000 bisa terpotong sekitar Rp2.600, atau sekitar 32 persen. Padahal minuman biasanya jadi penambal margin di usaha makanan.

Bukan berarti aplikasi itu harus ditinggal. Untuk banyak usaha kuliner, aplikasi pesan antar tetap jadi sumber pelanggan baru yang penting. Yang keliru adalah kalau itu satu-satunya jalan pelanggan menemukanmu.

Urutan Langkah yang Masuk Akal

  1. Pastikan usahamu ketemu di peta. Isi nama, alamat, jam buka, nomor telepon, dan foto. Ini gratis dan pengaruhnya besar untuk usaha yang mengandalkan orang sekitar.
  2. Buat satu alamat online berisi menu lengkap dan harga. Kalau menu berubah, kamu yang ubah sendiri, tidak perlu menunggu siapa pun.
  3. Sediakan satu tombol pesan. Arahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi otomatis, misalnya nama menu yang dipilih. Ini menghemat waktu pelanggan dan mengurangi salah catat.
  4. Kumpulkan nomor pelanggan yang pernah pesan langsung. Inilah aset yang tidak kamu punya kalau semua pesanan lewat pihak lain.
  5. Baru pikirkan sistem pesanan sendiri kalau pesanan langsung sudah stabil dan mencatat manual mulai merepotkan.

Perbandingan Kasar Tiga Jalur Pesanan

JalurBiaya per pesananSiapa yang punya data pelangganCocok untuk
Aplikasi pesan antarKomisi 15 sampai 25 persenPihak aplikasiCari pelanggan baru, jangkauan luas
Pesan lewat WhatsApp dari halaman sendiriHampir nol per pesananKamuPelanggan berulang, pesanan besar
Datang langsungNolKamu, kalau dicatatWarung dengan lokasi ramai

Yang Sering Bikin Pelanggan Batal Pesan

  • Harga tidak ditulis. Orang malas bertanya harga satu per satu. Sebagian langsung pindah ke tempat lain.
  • Foto terlalu gelap atau seadanya. Foto makanan tidak harus hasil studio, tapi harus terang dan jujur.
  • Jam buka tidak jelas. Banyak warung di Jogja tutup di jam tertentu atau libur hari tertentu. Tulis apa adanya.
  • Pesan masuk tidak dibalas. Satu pesan yang lewat sehari terasa kecil, tapi dalam sebulan jumlahnya lumayan.
  • Alamat sulit dipahami. Untuk daerah seperti Sleman dan Bantul yang gangnya banyak, tulis patokan, bukan cuma nama jalan.

Kalau Usahamu Sudah Punya Beberapa Cabang

Begitu cabang bertambah, pekerjaan yang tadinya ringan mulai menumpuk. Menu berbeda antar cabang, stok bahan tidak seragam, laporan harian dikirim lewat obrolan grup. Di titik ini barulah sistem sendiri jadi masuk akal, karena yang mahal bukan lagi biaya bikinnya, tapi waktu yang habis untuk merapikan catatan.

Pola yang sering terjadi: usaha memakai aplikasi berlangganan selama dua sampai tiga tahun, lalu terhambat karena cara kerjanya sudah berkembang dan aplikasinya tidak bisa ikut. Biaya penyesuaiannya akhirnya mendekati biaya membangun sistem sendiri sejak awal.

Perkiraan Biaya di Pasaran Jogja

Supaya ada gambaran, di pasaran Jogja halaman sederhana berkisar Rp1 juta sampai Rp3 juta. Profil usaha yang lebih lengkap berkisar Rp3 juta sampai Rp8 juta. Toko online mulai sekitar Rp3,2 juta. Sistem yang dibangun khusus sesuai cara kerja usahamu mulai belasan juta. Angka ini gambaran pasar, bukan penawaran, dan sangat bergantung pada isi kebutuhanmu.

Bagaimana Menghitung Untung Sebenarnya per Menu

Sebelum memutuskan menaikkan harga atau menutup menu tertentu, hitung dulu satu per satu. Ambil satu menu, jumlahkan harga bahan, tambahkan perkiraan biaya gas, kemasan, dan tenaga. Baru bandingkan dengan harga jualnya. Setelah itu, hitung lagi dengan memasukkan potongan aplikasi kalau menu itu dijual di sana.

Hasilnya sering mengejutkan pemilik warung. Ada menu yang terlihat laris tapi sebenarnya nyaris tidak menyisakan apa-apa setelah potongan. Ada juga menu yang jarang dipesan tapi untungnya paling besar, dan itu justru layak didorong lewat jalur pesan langsung.

Kamu tidak butuh alat khusus untuk ini. Buku dan kalkulator sudah cukup untuk sepuluh menu utama. Kalau menumu puluhan dan bahannya sering berubah harga, barulah pencatatan yang lebih tertata mulai terasa gunanya.

Setelah angkanya jelas, keputusan jadi lebih mudah. Menu yang untungnya tipis bisa dibatasi hanya untuk pembelian di tempat. Menu yang untungnya baik bisa dijadikan andalan di halaman menumu sendiri, lengkap dengan foto terbaik.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Saya cuma punya satu warung kecil, apa perlu punya alamat online sendiri?

Perlu, tapi yang sederhana saja. Satu halaman berisi menu, harga, lokasi, dan tombol pesan sudah cukup. Yang mahal itu fitur yang tidak kamu pakai.

Apakah saya harus berhenti dari aplikasi pesan antar?

Tidak. Anggap saja itu jalur untuk menjaring pelanggan baru. Yang penting, pelanggan yang sudah cocok punya jalan lain untuk memesan langsung ke kamu.

Bagaimana cara mengajak pelanggan pindah ke pesan langsung?

Yang paling sederhana adalah menaruh catatan kecil di bungkus atau struk, berisi nomor dan alamat online kamu. Jangan menjelek-jelekkan pihak lain, cukup beri pilihan.

Menu saya sering berubah, apa itu masalah?

Justru itu alasan punya halaman sendiri. Kamu bisa ubah kapan saja tanpa menunggu persetujuan siapa pun.

Berapa lama sampai terasa hasilnya?

Tidak ada yang bisa menjanjikan waktu pastinya. Yang biasanya paling cepat terasa adalah berkurangnya pertanyaan berulang soal harga dan jam buka, karena semua sudah tertulis.

Saya tidak paham teknologi, apa bisa mengurusnya sendiri?

Bisa, asal dibuatkan dengan cara yang sederhana. Yang penting kamu bisa ganti menu dan harga sendiri lewat tampilan yang mudah, bukan harus menghubungi orang lain tiap kali.

Kalau Masih Bingung Mulai dari Mana

Setiap usaha kuliner beda kondisinya. Warung sate di Bantul dengan pelanggan tetap tidak butuh hal yang sama dengan kafe di Sleman yang ramai anak muda. VISBA Digital Agency berbasis di Condong Catur, Sleman, dan biasa mengobrol dulu sebelum bicara harga. Konsultasinya gratis dan tanpa kewajiban apa pun, jadi kamu bisa tanya-tanya dulu sebelum memutuskan apa yang benar-benar kamu butuhkan.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga