Website Rumah Makan: Perlu Menu Online atau Cukup Foto?
Foto daftar menu cukup kalau harga kamu jarang berubah dan menunya sedikit. Begitu harga sering naik turun atau menu lebih dari dua puluh item, menu yang bisa kamu perbarui sendiri jauh lebih murah dalam jangka panjang. Bukan karena fotonya jelek, tapi karena foto tidak bisa diubah tanpa memotret ulang.
Kenapa Ini Jadi Pertanyaan
Kebanyakan pemilik rumah makan awalnya memilih foto karena praktis. Cetak daftar menu, foto pakai ponsel, unggah. Selesai dalam sepuluh menit. Masalahnya baru muncul di bulan ketiga, saat harga ayam naik dan kamu harus mengulang seluruh prosesnya. Lalu bulan kelima harga naik lagi.
Masalah kedua lebih halus. Orang yang mencari makan biasanya mencari sesuatu yang spesifik, misalnya soto atau menu tanpa pedas. Kalau menu kamu berupa gambar, tulisan di dalamnya tidak bisa dibaca mesin pencari. Calon pelanggan yang mencari nama menu kamu bisa jadi tidak menemukan tempat kamu sama sekali.
Kapan Foto Masih Cukup
- Menu di bawah lima belas item dan hampir tidak pernah berubah.
- Harga sudah stabil bertahun-tahun.
- Pelanggan mayoritas warga sekitar yang sudah hafal menunya.
- Kamu belum punya siapa pun yang bisa memperbarui halaman secara rutin.
Kapan Menu yang Bisa Diperbarui Lebih Baik
- Menu banyak dan punya beberapa golongan, misalnya nasi, mie, minuman, camilan.
- Ada menu musiman atau menu harian yang berganti.
- Harga menyesuaikan harga bahan beberapa kali setahun.
- Kamu ingin ditemukan orang yang mencari nama menu tertentu di sekitar lokasi kamu.
- Ada rencana menerima pesanan langsung dari halaman itu.
Perbandingan Singkat
| Hal | Foto daftar menu | Menu yang bisa diperbarui |
|---|---|---|
| Biaya awal | Hampir nol | Ada, masuk paket pembuatan halaman |
| Ganti harga satu item | Cetak dan foto ulang semua | Ubah satu angka, selesai |
| Bisa ditemukan lewat pencarian | Tidak, tulisannya tidak terbaca | Bisa |
| Dibaca di layar ponsel kecil | Harus diperbesar, sering buram | Terbaca langsung |
| Menandai menu habis | Tidak bisa | Bisa, tinggal ditandai |
Yang Dicari Orang Sebelum Memutuskan Datang
Coba bayangkan orang yang sedang di jalan dan lapar. Dia membuka ponsel, mencari tempat makan di sekitar, lalu membuka satu per satu sampai menemukan yang cukup meyakinkan. Dia biasanya berhenti di halaman yang menjawab empat hal dengan cepat, yaitu jual apa, berapa harganya, buka atau tidak sekarang, dan ada tempat parkir atau tidak.
Kalau salah satu dari empat itu tidak terjawab dalam beberapa detik, dia pindah ke tempat lain. Bukan karena tempat kamu kurang enak, tapi karena dia sedang lapar dan tidak punya kesabaran untuk mencari tahu.
Inilah kenapa foto daftar menu yang buram itu lebih merugikan daripada yang dikira banyak pemilik rumah makan. Foto yang harus diperbesar dulu memaksa orang bekerja, padahal saingannya cuma sejauh satu ketukan jari.
Isi Menu yang Benar-Benar Dicari Orang
- Nama menu yang jelas dan harganya. Terdengar sepele, tapi banyak halaman rumah makan yang menyembunyikan harga. Orang yang tidak menemukan harga biasanya pindah mencari tempat lain.
- Keterangan singkat isinya. Cukup satu kalimat. Orang yang tidak makan tertentu perlu tahu isinya sebelum datang.
- Tanda menu pedas dan tingkatannya. Ini pertanyaan paling sering di rumah makan Jogja dan paling mudah dijawab di halaman.
- Foto untuk menu andalan saja. Tidak perlu semua menu difoto. Lima sampai delapan menu andalan sudah cukup, asal fotonya jelas dan diambil dengan cahaya cukup.
- Jam buka dan hari libur. Termasuk tanggal merah, karena ini yang paling sering ditanyakan lewat pesan singkat.
- Cara memesan. Nomor yang bisa dihubungi, atau tombol pesan langsung kalau memang sudah disiapkan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengunggah foto daftar menu yang buram. Kalau harus diperbesar dulu supaya terbaca, sebagian besar orang tidak akan repot.
- Menampilkan menu yang sudah lama tidak dijual. Pelanggan datang membawa harapan, lalu kecewa. Ini lebih merugikan daripada tidak punya halaman sama sekali.
- Menulis harga dengan kata mulai dari tanpa kejelasan. Membuat orang ragu dan mengurungkan niat.
- Memotret makanan di malam hari dengan lampu kuning. Warnanya berubah dan makanan terlihat kurang segar. Cahaya siang dekat jendela jauh lebih baik dan gratis.
- Lupa siapa yang bertugas memperbarui. Menu yang bisa diperbarui tapi tidak pernah diperbarui sama saja dengan foto lama.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah cukup memakai media sosial saja untuk memajang menu?
Bisa membantu, tapi unggahan menu akan tenggelam oleh unggahan baru dalam beberapa hari. Orang yang mencari menu kamu bulan depan harus menggulir jauh ke bawah. Halaman sendiri lebih stabil.
Berapa biaya membuat halaman menu untuk rumah makan?
Di pasaran Jogja, halaman sederhana berkisar Rp1 juta sampai Rp3 juta. Kalau ingin sekaligus jadi profil usaha yang lengkap, kisarannya Rp3 juta sampai Rp8 juta. Isinya berbeda-beda, jadi sebaiknya dibandingkan berdasarkan apa yang termasuk.
Apakah saya bisa mengubah harga sendiri tanpa memanggil orang?
Bisa, kalau sejak awal dibuat begitu. Minta ini disebutkan jelas sebelum dikerjakan, karena tidak semua pembuatan halaman menyertakan bagian pengaturan yang bisa kamu pakai sendiri.
Perlu memasukkan semua menu atau cukup yang laris?
Masukkan semua yang benar-benar tersedia. Yang perlu dipilih adalah menu mana yang diberi foto dan ditaruh paling atas, bukan menu mana yang ditulis.
Apakah menu online membuat orang jadi malas datang?
Justru sebaliknya. Orang yang sudah tahu ada menu yang dia cari lebih mungkin datang. Yang membuat orang tidak datang adalah ketidakjelasan.
Bagaimana kalau harga saya sering berubah mengikuti harga bahan?
Itu alasan paling kuat untuk memakai menu yang bisa diperbarui sendiri. Mengubah angka butuh waktu semenit, sedangkan memotret ulang butuh setengah hari.
Langkah Berikutnya
Cara paling gampang memutuskan adalah menghitung berapa kali kamu mengubah harga dalam setahun terakhir. Kalau lebih dari dua kali, menu yang bisa diperbarui sendiri akan lebih hemat waktu dan tenaga.
Kalau kamu ingin dibantu memetakan apa yang perlu ada di halaman rumah makan kamu, VISBA Digital Agency di Condong Catur, Sleman, membuka konsultasi gratis tanpa kewajiban. Bawa saja daftar menu kamu yang sekarang.
Punya kendala serupa di bisnismu?
Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.
Hubungi Kami