Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Biaya & Investasi

Panduan Biaya Bikin Website dan Aplikasi untuk Bisnis

6 menit baca

Biaya membuat website untuk bisnis di Indonesia umumnya berada di rentang Rp1 juta sampai belasan juta, sementara aplikasi yang dibangun khusus biasanya dimulai dari belasan juta ke atas. Rentangnya lebar karena yang dibeli sebenarnya bukan "website", melainkan seberapa banyak pekerjaan yang dipindahkan dari cara manual ke sistem.

Kalau kamu sedang mencari angka pasti, jawaban jujurnya: tidak ada. Tapi kamu bisa tahu kamu ada di rentang yang mana, dan itu yang akan dibahas di sini.

Kenapa Harganya Bisa Beda Sampai Sepuluh Kali Lipat

Bayangkan kamu bertanya "berapa harga kendaraan". Jawabannya tergantung apakah yang kamu butuh motor untuk antar pesanan, atau truk untuk kirim barang antar kota. Sama-sama kendaraan, sama-sama mengangkut, tapi pekerjaannya beda.

Website juga begitu. Yang menentukan harganya bukan tampilan, melainkan berapa banyak pekerjaan yang dia kerjakan untukmu.

Website yang hanya menampilkan profil perusahaan itu seperti brosur yang bisa diakses siapa saja. Dia bekerja satu arah. Sedangkan sistem pemesanan atau pencatatan itu ikut mengerjakan operasional harianmu, dan kalau salah, yang kacau bukan cuma tampilannya, tapi pesanan pelanggan.

Rentang Biaya di Pasaran

Berikut gambaran umum yang beredar di pasaran, berdasarkan penawaran yang banyak ditemui. Anggap ini peta kasar untuk menyusun anggaran, bukan daftar harga.

JenisKisaranCocok untuk
Halaman tunggal sederhanaRp1 juta sampai Rp3 jutaUsaha yang baru butuh alamat resmi di internet
Profil perusahaanRp3 juta sampai Rp8 jutaPerusahaan yang perlu terlihat kredibel di mata calon klien
Toko onlineMulai sekitar Rp3 jutaUsaha yang mulai berjualan langsung tanpa perantara
Sistem dibangun khususMulai belasan jutaBisnis dengan alur kerja yang tidak bisa diseragamkan

Yang perlu digarisbawahi: angka terendah biasanya bukan yang termurah dalam jangka panjang. Paket paling murah sering memakai tampilan siap pakai yang juga dipakai ratusan usaha lain, dan biasanya tidak termasuk perubahan setelah jadi. Begitu kamu minta ubah sedikit, biayanya jalan lagi.

Apa yang Sebenarnya Kamu Bayar

Banyak pemilik usaha kaget waktu tahu rincian harganya, karena mengira yang dibayar cuma tampilan. Padahal porsi terbesar justru di hal yang tidak kelihatan.

  1. Waktu memahami bisnismu. Sebelum ada yang dikerjakan, harus jelas dulu alur kerjamu seperti apa. Tahap ini yang paling menentukan apakah nanti sistemnya kepakai atau nganggur.
  2. Tampilan yang disusun khusus. Menyusun halaman yang mengarahkan pengunjung sampai menghubungi kamu itu pekerjaan tersendiri, beda dengan sekadar mempercantik.
  3. Pengerjaan sistemnya. Semakin banyak yang dikerjakan otomatis, semakin lama waktunya.
  4. Pengujian. Mencoba semua kemungkinan sebelum dipakai pelanggan sungguhan.
  5. Pendampingan setelah jadi. Bagian yang paling sering dilewati vendor murah, dan paling sering jadi penyebab sistem akhirnya tidak terpakai.

Biaya yang Sering Terlewat dari Anggaran

Ini bagian yang bikin banyak orang merasa "kok keluar biaya lagi". Bukan biaya tersembunyi, cuma jarang dijelaskan di awal.

  • Nama alamat situs. Dibayar tiap tahun. Nominalnya kecil, tapi kalau lupa perpanjang, situsmu hilang dan alamatnya bisa diambil orang lain.
  • Tempat menyimpan situs. Juga tahunan. Besarnya mengikuti seberapa ramai pengunjungmu.
  • Perawatan. Situs perlu diperbarui berkala supaya tetap aman. Yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa perawatan adalah sasaran empuk.
  • Perubahan isi. Ganti harga, tambah layanan, perbarui foto. Kalau kamu tidak bisa mengubahnya sendiri, tiap perubahan kecil harus lewat vendor.

Saran praktis: sejak awal, tanyakan berapa perkiraan biaya tahunannya, dan apakah kamu bisa mengubah isi sendiri tanpa bantuan. Dua pertanyaan itu bisa menghemat banyak di tahun kedua.

Cara Menentukan Anggaran yang Masuk Akal

Daripada bertanya "berapa harganya", pertanyaan yang lebih berguna adalah "masalah apa yang mau saya selesaikan". Dari situ anggarannya ketemu sendiri.

Coba jawab tiga hal ini:

  1. Apa yang paling memakan waktu sekarang? Kalau jawabannya membalas pertanyaan yang sama berulang kali, website profil sudah menyelesaikan sebagian besar. Kalau jawabannya mencatat pesanan satu per satu, kamu butuh sistem, bukan sekadar website.
  2. Berapa kerugianmu selama ini? Hitung kasar saja. Pesanan yang batal karena lambat dibalas, waktu yang habis untuk mencatat manual, atau potongan yang dibayar ke pihak lain tiap bulan.
  3. Berapa lama kamu sanggup menunggu balik modal? Kalau kerugianmu Rp1 juta per bulan dan sistemnya Rp12 juta, setahun balik modal. Itu hitungan yang wajar untuk sesuatu yang dipakai bertahun-tahun.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Memilih yang paling murah tanpa menanyakan isinya. Selisih harga hampir selalu ada sebabnya. Kadang di jumlah revisi, kadang di siapa yang memegang alamat situsmu.

Membeli fitur yang belum dibutuhkan. Banyak yang di awal minta segala macam, lalu setelah jadi cuma tiga yang dipakai. Mulai dari yang benar-benar menyelesaikan masalah hari ini.

Tidak menganggarkan tahun kedua. Habis seluruh dana untuk membuat, lalu tidak ada sisa untuk merawat. Setahun kemudian situsnya telantar.

Tidak memastikan siapa pemiliknya. Ini yang paling merugikan. Ada kejadian pemilik usaha tidak bisa memindahkan situsnya karena alamat situs terdaftar atas nama vendor, bukan atas namanya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa biaya paling murah untuk punya website bisnis?

Untuk halaman sederhana, kisarannya mulai sekitar Rp1 juta. Tapi periksa dulu apakah sudah termasuk alamat situs, tempat penyimpanan tahun pertama, dan berapa kali boleh revisi.

Kenapa ada yang menawarkan ratusan ribu?

Biasanya memakai tampilan siap pakai dengan perubahan seadanya, tanpa pendampingan, dan sering tanpa kejelasan siapa pemilik alamat situsnya. Untuk mencoba-coba mungkin cukup, tapi untuk usaha yang serius risikonya besar.

Lebih baik bayar sekali atau berlangganan bulanan?

Bayar sekali membuat situs itu jadi milikmu. Berlangganan lebih ringan di awal, tapi kalau berhenti membayar, situsnya ikut berhenti. Untuk usaha yang berencana jalan lama, kepemilikan biasanya lebih tenang.

Berapa biaya rutin tiap tahun?

Minimal ada perpanjangan alamat situs dan tempat penyimpanan. Di luar itu tergantung apakah kamu memakai jasa perawatan atau mengurus sendiri.

Apakah aplikasi selalu lebih mahal dari website?

Umumnya iya, karena aplikasi mengerjakan lebih banyak hal dan perlu diuji lebih ketat. Tapi kalau aplikasi itu menggantikan pekerjaan yang selama ini manual, hitungannya bisa jadi lebih murah dalam jangka panjang.

Bisakah dicicil atau dikerjakan bertahap?

Bisa, dan untuk banyak usaha justru lebih sehat. Kerjakan dulu bagian yang paling menyelesaikan masalah, lalu tambah setelah terasa manfaatnya.

Bagaimana cara tahu penawaran itu wajar atau tidak?

Minta rinciannya, bukan cuma angka totalnya. Penawaran yang wajar menjelaskan apa yang dikerjakan, berapa lama, berapa kali revisi, dan apa yang kamu terima di akhir.

Langkah Berikutnya

Kalau kamu masih ragu ada di rentang yang mana, jangan mulai dari harga. Mulai dari menceritakan apa yang paling merepotkan di bisnismu sekarang. Dari situ baru ketahuan apakah yang kamu butuhkan halaman profil sederhana, atau sistem yang ikut bekerja tiap hari.

VISBA membuka konsultasi tanpa biaya untuk pemilik usaha yang sedang menimbang ini. Tidak ada kewajiban melanjutkan, dan kalau ternyata kebutuhanmu belum sampai ke sana, kami akan bilang apa adanya.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga