Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Lepas dari Marketplace

Potongan Aplikasi Ojol Bikin Margin Tipis: Apa Pilihan Warung?

5 menit baca

Masalahnya bukan sekadar besarnya persen, tapi bahwa potongan paling menyakitkan justru jatuh pada menu paling murah. Komisi aplikasi pesan antar makanan berada di kisaran 15 sampai 25 persen. Di atas itu masih ada biaya tetap per transaksi. Es teh seharga Rp8.000 bisa terpotong sekitar Rp2.600, atau sekitar 32 persen dari harga jual. Padahal menu murah itulah yang paling sering dipesan.

Kenapa Menu Murah Paling Terpukul

Kalau potongannya murni persen, semua menu terpotong dengan adil. Yang membuat timpang adalah adanya biaya tetap yang nilainya sama untuk semua transaksi. Biaya tetap sebesar dua ribuan terasa ringan pada nasi rames Rp25.000, tapi terasa berat pada es teh Rp8.000. Semakin murah menunya, semakin besar porsi biaya tetap itu terhadap harga jual.

Akibatnya, warung yang menjual banyak menu murah bisa terlihat ramai pesanan tapi tipis sekali sisanya. Layar penuh pemberitahuan, dapur sibuk sepanjang siang, tapi laci kasir tidak seramai itu.

Yang Perlu Diakui Dulu

Aplikasi pesan antar memberi sesuatu yang nyata. Warung kecil di gang sempit bisa dipesan orang dari kampus atau perkantoran yang tidak pernah lewat depan warungmu. Itu jangkauan yang dulu hanya dimiliki usaha di jalan besar. Jadi keputusannya bukan keluar atau bertahan, tapi bagaimana supaya tidak semua penjualan bergantung pada satu jalur berbiaya tinggi.

Pilihan yang Bisa Diambil

  1. Rapikan susunan menu di aplikasi. Jangan pasang menu bernilai sangat kecil sebagai barang terpisah. Gabungkan jadi paket supaya nilai per transaksi naik dan biaya tetap tidak terlalu menggerogoti.
  2. Buat menu khusus untuk pesan antar. Porsi dan kemasan disesuaikan, harga dihitung ulang dengan memasukkan potongan. Ini lebih jujur daripada menaikkan semua harga diam diam.
  3. Beri alasan untuk pesan langsung. Pesan lewat nomor sendiri atau halaman sendiri bisa dapat porsi lebih, minuman tambahan, atau antrean lebih cepat saat jam sibuk.
  4. Kumpulkan pelanggan tetap. Pembeli yang datang tiap minggu tidak perlu lewat aplikasi. Sediakan jalur pesan yang mudah lalu simpan nomornya.
  5. Bangun halaman pesan sendiri. Halaman sederhana berisi daftar menu, harga, dan tombol pesan lewat pesan singkat sudah menyelesaikan sebagian besar kebutuhan warung.
  6. Pisahkan hitungan untung per jalur. Catat berapa untung bersih dari aplikasi dan berapa dari pesan langsung. Angkanya akan mengarahkan keputusanmu sendiri.

Gambaran Hitungan Kasar

Jalur PesanHarga Es TehPotonganSisa untuk Warung
Aplikasi pesan antarRp8.000sekitar Rp2.600sekitar Rp5.400
Pesan langsung ke warungRp8.000tidak adaRp8.000

Bedanya sekitar Rp2.600 per gelas. Kalau sehari ada puluhan gelas, silakan kalikan sendiri untuk sebulan dan setahun. Angka itu biasanya lebih besar dari perkiraan awal pemilik warung.

Hitungan di atas belum memasukkan bahan baku, gas, listrik, dan tenaga. Kalau semua itu ikut dikurangi, menu minuman murah yang dijual lewat aplikasi bisa hampir tidak menyisakan apa apa. Banyak pemilik warung baru menyadarinya setelah mencatat selama satu bulan penuh, bukan sekadar mengira ngira.

Menyusun Ulang Menu Tanpa Menaikkan Semua Harga

Kalau kamu tidak nyaman menaikkan harga, ada cara lain yang lebih halus. Yang pertama, dorong pembeli memesan dalam jumlah lebih besar dengan paket hemat. Nasi ditambah minum dan kerupuk dalam satu harga membuat nilai transaksi naik, sementara pembeli merasa lebih untung.

Yang kedua, kurangi jumlah menu yang dipasang di aplikasi. Tidak semua menu perlu ada di sana. Tampilkan menu yang untungnya paling sehat dan yang paling mewakili warungmu. Daftar yang terlalu panjang justru membuat pembeli bingung dan memperbesar peluang mereka memilih menu bernilai kecil.

Yang ketiga, atur jam tayang. Beberapa warung hanya membuka pesanan aplikasi pada jam tertentu, misalnya di luar jam ramai pembeli yang datang langsung. Dengan begitu dapur tidak kewalahan dan pembeli yang datang sendiri tetap terlayani baik.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menaikkan harga di aplikasi tanpa menghitung ulang. Kalau asal naik, kamu kalah bersaing. Kalau tidak naik sama sekali, kamu rugi diam diam.
  • Menjelekkan aplikasi di depan pembeli. Pembeli tidak suka diajak ribut. Cukup beri alasan positif kenapa pesan langsung lebih enak buat mereka.
  • Menghitung untung dari harga jual saja. Untung yang benar dihitung setelah bahan, tenaga, dan potongan aplikasi dikurangi.
  • Tidak pernah mencatat nomor pelanggan tetap. Padahal mereka bagian yang paling menguntungkan dan paling mudah diajak pindah jalur.
  • Mengharap pesan langsung ramai tanpa memberi tahu siapa pun. Pembeli tidak tahu kamu menerima pesanan langsung kalau tidak ditulis di kemasan, spanduk, dan media sosial.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah sebaiknya keluar saja dari aplikasi pesan antar?

Untuk kebanyakan warung, tidak. Aplikasi masih membawa pembeli baru yang sulit didapat dengan cara lain. Yang lebih masuk akal adalah mengurangi porsi ketergantungan, bukan memutusnya sama sekali.

Boleh tidak harga di aplikasi berbeda dengan harga di warung?

Umumnya boleh, dan banyak pedagang melakukannya. Tapi periksa dulu ketentuan yang berlaku di aplikasi yang kamu pakai karena tiap platform punya aturan sendiri.

Kalau saya bikin halaman pesan sendiri, siapa yang mengantar?

Bisa memakai layanan kirim biasa yang dipesan terpisah, atau kurir sendiri untuk jarak dekat. Banyak warung membatasi pengantaran sendiri hanya untuk radius dekat supaya tidak merepotkan dapur.

Berapa biaya membuat halaman pesan sederhana?

Sebagai gambaran pasaran di Jogja, halaman sederhana berkisar Rp1 juta sampai Rp3 juta. Untuk warung, biasanya kebutuhannya memang di kelas ini, bukan sistem besar.

Apakah pelanggan mau repot pesan lewat jalur lain?

Sebagian mau kalau ada untungnya buat mereka, misalnya porsi lebih atau harga lebih ramah. Sebagian tetap memilih aplikasi karena praktis. Keduanya wajar, dan keduanya tetap jadi pembeli.

Menu apa yang paling rugi kalau dijual di aplikasi?

Menu bernilai kecil seperti minuman satuan atau gorengan. Karena ada biaya tetap per transaksi, semakin murah harga jualnya semakin besar porsi yang terpotong.

Apa langkah pertama yang paling ringan?

Cetak tulisan kecil di kemasan atau nota berisi nomor pesan langsung dan tawaran sederhana. Biayanya hampir tidak ada dan efeknya bisa langsung terasa dalam beberapa minggu.

Langkah Berikutnya

Kalau kamu ingin menghitung ulang menu dan menyiapkan jalur pesan sendiri tanpa meninggalkan aplikasi, VISBA bisa diajak ngobrol dulu. Konsultasinya gratis dan tanpa kewajiban. Bawa saja daftar menu dan gambaran jumlah pesanan harianmu.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga