Cukup WhatsApp Business atau Perlu Website Sendiri?
Aplikasi pesan bisnis sangat kuat untuk melayani orang yang sudah berniat beli, tapi lemah untuk meyakinkan orang yang baru sekadar penasaran. Selama pembelimu datang dari mulut ke mulut dan sudah tahu produkmu, aplikasi pesan mungkin memang sudah cukup. Begitu kamu ingin dicari orang asing yang belum kenal, kamu butuh tempat yang bisa menjelaskan tanpa kamu harus mengetik.
Kelebihan Aplikasi Pesan Bisnis yang Nyata
Jangan buru buru diremehkan. Aplikasi pesan bisnis punya beberapa kelebihan yang sulit ditandingi. Balasan bisa cepat dan personal. Pembeli merasa bicara dengan manusia, bukan dengan mesin. Katalog sederhana bisa dipasang. Dan yang paling penting, hampir semua orang di Indonesia sudah memakainya, jadi tidak ada hambatan sama sekali untuk pembeli.
Untuk usaha rumahan, penjual makanan, atau jasa yang mengandalkan langganan tetap, aplikasi pesan sering sudah menyelesaikan sebagian besar kebutuhan.
Di Mana Batasnya Mulai Terasa
- Semua bergantung pada kamu membalas. Kalau kamu sibuk atau tidur, calon pembeli menunggu tanpa jawaban.
- Pertanyaan yang sama diulang terus. Harga, ukuran, lama pengerjaan, ongkos kirim, setiap hari diketik ulang.
- Tidak muncul di pencarian. Orang yang mencari kebutuhannya di mesin pencari tidak akan menemukan nomormu.
- Sulit menampung banyak produk. Katalog di aplikasi pesan terbatas dan kurang nyaman untuk daftar panjang.
- Susah terlihat resmi. Untuk kerja sama dengan perusahaan atau instansi, nomor saja sering kurang meyakinkan.
- Riwayat mudah berantakan. Kalau ponsel hilang atau berganti, catatan pesanan ikut rawan hilang.
Perbandingan Peran
| Kebutuhan | Aplikasi Pesan Bisnis | Website Sendiri |
|---|---|---|
| Menjawab pertanyaan pribadi | Sangat baik | Terbatas |
| Menjelaskan tanpa kamu hadir | Terbatas | Sangat baik |
| Ditemukan orang baru | Kecil | Besar |
| Menampung banyak produk | Terbatas | Leluasa |
| Kesan resmi | Sedang | Kuat |
| Biaya | Hampir tidak ada | Ada, di awal |
Cara Menentukan Kondisimu
- Hitung berapa jam sehari kamu membalas pesan. Kalau sudah lebih dari satu dua jam untuk pertanyaan berulang, itu tanda jelas.
- Perhatikan asal pembelimu. Kalau semuanya dari kenalan dan mulut ke mulut, kamu belum menjangkau orang baru.
- Cek berapa banyak produkmu. Di atas belasan jenis, daftar di aplikasi pesan mulai merepotkan pembeli.
- Lihat jenis pembeli yang kamu incar. Kalau menyasar perusahaan atau instansi, website hampir selalu diminta.
- Gabungkan, jangan pilih salah satu. Website menjelaskan, aplikasi pesan menutup penjualan. Ini kombinasi yang paling banyak dipakai.
Biaya Tersembunyi dari Membalas Pesan
Banyak pemilik usaha merasa aplikasi pesan itu gratis. Secara uang memang benar, tapi ada biaya lain yang jarang dihitung, yaitu waktu. Kalau setiap hari kamu menghabiskan dua jam menjawab pertanyaan yang sama, dalam sebulan itu sekitar enam puluh jam. Waktu sebanyak itu bisa dipakai untuk produksi, mencari pemasok yang lebih murah, atau sekadar istirahat.
Website tidak menghapus pekerjaan itu sepenuhnya, tapi memangkas bagian yang paling membosankan. Pertanyaan soal harga, ukuran, dan cara pesan dijawab sekali lalu dibaca berkali kali. Yang tersisa untuk kamu jawab sendiri adalah pertanyaan yang memang butuh pertimbangan, dan itu justru bagian yang paling menentukan pembelian.
Contoh Pembagian yang Sering Dipakai
Pola yang paling banyak dipakai usaha kecil kira kira begini. Calon pembeli menemukan usahamu lewat media sosial atau mesin pencari. Mereka membuka website untuk melihat produk dan harga. Setelah yakin, mereka menekan tombol yang langsung menyambung ke pesan singkat untuk memastikan stok atau menanyakan hal khusus. Transaksi diselesaikan lewat percakapan.
Pola ini menggabungkan kelebihan keduanya. Website mengerjakan penjelasan yang melelahkan, aplikasi pesan mengerjakan bagian yang butuh sentuhan manusia. Pembeli merasa dilayani, sementara kamu tidak kehabisan tenaga.
Untuk usaha jasa, pola ini bahkan lebih terasa manfaatnya. Calon pelanggan jasa biasanya punya banyak pertanyaan sebelum memutuskan. Kalau semuanya harus dijawab lewat percakapan, kamu akan menghabiskan waktu pada orang yang belum tentu jadi memakai jasamu. Dengan website yang menjelaskan cakupan pekerjaan, cara kerja, dan kisaran biaya, yang menghubungimu tinggal orang yang memang sudah cocok.
Kalau Sudah Punya Keduanya
Pemilik usaha yang sudah punya dua duanya biasanya menghadapi masalah baru, yaitu keterangan yang tidak sama. Harga di katalog aplikasi pesan berbeda dengan harga di website, atau produk yang sudah habis masih terpasang di salah satunya. Ini merusak kepercayaan lebih cepat daripada tidak punya website sama sekali.
Solusinya sederhana. Tentukan satu tempat sebagai sumber kebenaran, biasanya website, lalu jadikan tempat lain sebagai salinan yang mengikuti. Setiap kali ada perubahan harga atau stok, perbarui sumbernya dulu baru salinannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menganggap website berarti berhenti pakai aplikasi pesan. Justru website yang baik selalu menyediakan tombol menuju pesan singkat.
- Menyimpan katalog hanya di ponsel. Kalau ponsel bermasalah, semuanya ikut bermasalah.
- Membalas semua pertanyaan dari nol. Padahal jawaban baku bisa disiapkan sekali lalu ditautkan.
- Memakai nomor pribadi untuk usaha. Susah dipisahkan dan susah diserahkan kalau nanti ada karyawan yang membantu.
- Tidak mencatat pesanan di luar percakapan. Percakapan yang menumpuk membuat pesanan mudah terlewat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kalau saya baru mulai, mana yang didahulukan?
Aplikasi pesan dulu karena gratis dan cepat. Website menyusul saat pertanyaan berulang sudah menyita waktumu atau saat kamu ingin dicari orang baru.
Apa website bisa langsung menyambung ke pesan singkat?
Bisa, dan sebaiknya memang begitu. Pembeli melihat produk di website lalu menekan tombol untuk melanjutkan percakapan denganmu.
Berapa biaya website yang cocok untuk kebutuhan ini?
Gambaran pasaran di Jogja, halaman sederhana Rp1 juta sampai Rp3 juta. Kalau produkmu banyak dan butuh keranjang belanja, toko online mulai sekitar Rp3,2 juta.
Apakah katalog di aplikasi pesan bisa menggantikan website?
Untuk produk sedikit, cukup membantu. Untuk daftar panjang atau produk dengan banyak pilihan, biasanya mulai terasa sempit.
Bagaimana kalau saya tidak sempat mengurus website?
Website tidak harus diurus setiap hari. Yang penting harga dan cara menghubungimu selalu benar. Selebihnya bisa dibiarkan bekerja sendiri.
Apakah punya website membuat pembeli enggan mengirim pesan?
Justru sebaliknya. Pembeli yang sudah membaca keterangan lengkap biasanya mengirim pesan dengan pertanyaan yang lebih siap dan lebih cepat memutuskan.
Langkah Berikutnya
Kalau kamu bingung apakah kondisimu sekarang sudah butuh website atau belum, ceritakan saja kesehariannya ke VISBA. Konsultasi awalnya gratis dan tanpa kewajiban, dan kalau memang belum perlu, kamu akan diberi tahu apa adanya.
Punya kendala serupa di bisnismu?
Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.
Hubungi Kami