Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Sistem Order & Kuliner

Restoran: Reservasi Meja Online untuk Akhir Pekan Ramai

5 menit baca

Reservasi meja online layak dipasang kalau restoran kamu rutin penuh di akhir pekan dan sudah sering menolak tamu, bukan sekadar karena terlihat modern. Manfaat utamanya bukan menambah tamu, tapi membuat tamu yang sudah pasti datang tertata rapi, sehingga kamu bisa memperkirakan bahan dan jumlah orang yang bertugas.

Masalah Akhir Pekan yang Sebenarnya

Di banyak restoran Jogja, Sabtu malam itu bukan soal kurang tamu. Tamunya justru terlalu banyak dan datang bersamaan antara pukul tujuh sampai delapan. Akibatnya antrean di depan panjang, dapur kewalahan, dan sebagian tamu pergi sebelum sempat duduk.

Yang hilang di situ bukan hanya penjualan malam itu. Tamu yang pulang karena antrean terlalu panjang sering tidak kembali. Reservasi menyelesaikan ini dengan cara yang sederhana, yaitu menyebar kedatangan tamu ke jam yang berbeda.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuka Reservasi

  1. Tentukan berapa meja yang boleh dipesan. Jangan buka semua meja untuk reservasi. Sisakan sebagian untuk tamu yang datang langsung, biasanya sekitar separuh, supaya restoran tidak terlihat kosong padahal penuh di catatan.
  2. Tentukan lama pemakaian meja. Kalau rata-rata tamu makan sembilan puluh menit, jadwalnya harus dibuat dengan jarak itu. Tanpa aturan ini, reservasi justru bikin tumpang tindih.
  3. Tentukan waktu tunggu untuk tamu yang terlambat. Umumnya lima belas menit. Lewat dari itu, meja dilepas ke tamu lain. Aturan ini harus tertulis jelas saat orang memesan, bukan disampaikan saat sudah terlambat.
  4. Siapkan cara mengingatkan. Pengingat sehari sebelumnya mengurangi tamu yang lupa. Ini bagian yang paling sering dilewatkan padahal dampaknya paling terasa.
  5. Tentukan siapa yang memantau daftar reservasi. Harus ada satu orang yang bertanggung jawab membuka daftar itu setiap pagi dan sebelum jam ramai.

Menangani Tamu yang Tidak Datang

Ini keluhan nomor satu restoran yang membuka reservasi. Meja sudah dikosongkan, tamu tidak muncul, dan kamu kehilangan dua kali, yaitu meja kosong dan tamu lain yang sudah ditolak.

CaraCocok untukRisikonya
Pengingat sehari sebelumHampir semua restoranHampir tidak ada, ini langkah paling aman
Konfirmasi ulang di hari HRestoran dengan meja terbatasMenambah pekerjaan bagi staf
Uang muka kecil yang dipotong dari tagihanRestoran dengan tamu rombonganSebagian tamu batal memesan sejak awal
Daftar tunggu untuk mengisi meja kosongRestoran yang selalu ramaiPerlu ada yang mengelola daftar itu

Untuk sebagian besar restoran menengah, pengingat sehari sebelum ditambah aturan waktu tunggu lima belas menit sudah cukup. Uang muka sebaiknya dipakai hanya untuk rombongan besar, karena kalau diterapkan untuk semua tamu bisa mengurangi pemesanan.

Mengatur Sesi, Bukan Sekadar Menerima Pesanan

Restoran yang berhasil memakai reservasi biasanya tidak memikirkannya sebagai daftar nama, tapi sebagai pengaturan sesi. Malam Sabtu dibagi menjadi beberapa gelombang, misalnya pukul lima sore, pukul tujuh, dan pukul sembilan. Tiap gelombang punya jatah meja sendiri.

Cara berpikir ini mengubah banyak hal. Kamu jadi bisa memperkirakan berapa porsi yang harus disiapkan di tiap gelombang, berapa orang yang harus bertugas, dan kapan dapur boleh sedikit bernapas. Tanpa pembagian gelombang, reservasi cuma memindahkan penumpukan dari pintu depan ke dalam catatan.

Yang perlu dijaga adalah jangan sampai gelombang paling awal terasa seperti diusir. Beri jeda yang cukup antar sesi, dan latih staf menyampaikannya dengan halus jauh sebelum waktunya habis, bukan saat tamu sedang menikmati hidangan penutup.

Informasi yang Perlu Diminta Saat Memesan

  • Nama dan nomor yang bisa dihubungi.
  • Tanggal, jam, dan jumlah orang.
  • Kebutuhan khusus, misalnya kursi bayi, meja dekat jendela, atau ruang untuk acara ulang tahun.
  • Pantangan makanan kalau ada, supaya dapur bisa bersiap.

Jangan meminta lebih dari itu. Setiap kolom tambahan mengurangi jumlah orang yang menyelesaikan pemesanan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Membuka reservasi untuk semua meja. Tamu yang datang langsung jadi selalu ditolak, dan mereka berhenti datang. Padahal mereka pelanggan paling setia.
  • Tidak mencantumkan aturan waktu tunggu. Ujungnya adu argumen di depan kasir saat restoran sedang penuh.
  • Daftar reservasi hanya dipegang satu orang di ponselnya. Kalau orang itu libur, semuanya berhenti.
  • Menerima reservasi tanpa membatasi jumlah per jam. Dua puluh tamu memesan jam tujuh semua, dan dapur tetap kewalahan meski sudah ada reservasi.
  • Lupa menutup reservasi saat restoran tutup atau ada acara khusus. Tamu datang, tempat tutup, dan kekecewaannya tersebar.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Restoran kecil dengan sepuluh meja perlu ini tidak?

Kalau sepuluh meja itu penuh dan mengantre tiap Sabtu, perlu. Kalau masih ada meja kosong di jam ramai, belum perlu. Ukuran restoran tidak menentukan, yang menentukan adalah seberapa sering kamu menolak tamu.

Apakah bisa memakai pesan singkat saja untuk reservasi?

Bisa dan banyak yang begitu di awal. Batasnya muncul saat pesanan masuk lebih dari sepuluh sehari, karena kamu harus menyalin ulang ke catatan dan mudah terlewat. Halaman reservasi menyusun sendiri daftarnya.

Kalau tamu batal, uang mukanya dikembalikan?

Itu keputusan kamu, tapi aturannya harus ditulis di halaman pemesanan sebelum tamu membayar. Yang bikin masalah bukan aturannya, tapi aturan yang baru disampaikan belakangan.

Apakah reservasi bikin tamu yang datang langsung merasa dianaktirikan?

Tidak, asal kamu menyisakan meja untuk mereka dan menyampaikan itu terbuka. Yang bikin kesal adalah datang jauh-jauh lalu diberi tahu semua meja sudah dipesan.

Berapa lama membuat halaman reservasi?

Yang sederhana bisa selesai dalam hitungan minggu. Yang rumit, misalnya yang mengatur denah meja dan sesi bergantian, butuh waktu lebih lama karena aturannya harus dipetakan dulu.

Apakah datanya bisa dipakai untuk mengabari tamu lagi?

Bisa, dan ini nilai tambah yang sering terlupakan. Daftar tamu yang pernah memesan adalah daftar orang yang sudah terbukti mau datang. Pastikan kamu meminta izin mereka lebih dulu sebelum mengirim kabar promosi.

Langkah Berikutnya

Sebelum membangun apa pun, catat dulu selama dua akhir pekan berapa tamu yang kamu tolak dan jam berapa penumpukan terjadi. Data dua akhir pekan itu sudah cukup untuk menentukan bentuk reservasi yang kamu butuhkan.

VISBA Digital Agency di Condong Catur, Sleman, bisa membantu menyusunnya bersama kamu. Konsultasi awal gratis dan tanpa kewajiban melanjutkan.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga