Siapa Pemilik Sah Website Usahamu? Cek Sebelum Terlambat
Kamu belum tentu pemilik sah website usahamu hanya karena kamu yang membayarnya. Kepemilikan ditentukan oleh atas nama siapa alamat situs didaftarkan dan siapa yang memegang akses masuknya, bukan oleh siapa yang mengeluarkan uang. Banyak pemilik usaha baru menyadari hal ini bertahun tahun kemudian, biasanya pada saat paling tidak enak, yaitu ketika hubungan dengan pihak yang mengurus sedang tidak baik.
Kenapa Ini Penting Buat Usaha Kecil
Alamat situs adalah alamat usahamu di dunia maya. Semua kartu nama, brosur, papan nama, dan iklan yang pernah kamu cetak menunjuk ke sana. Kalau kamu kehilangan kendali atasnya, kamu bukan hanya kehilangan sebuah halaman, tapi juga kehilangan alamat yang sudah dikenal pelangganmu.
Pindah alamat situs itu mirip pindah lapak. Bisa dilakukan, tapi kamu mulai lagi memperkenalkan alamat baru, dan sebagian pelanggan tidak ikut pindah.
Tiga Hal yang Menentukan Kepemilikan
- Nama alamat situs. Ini yang paling penting. Pendaftarannya sebaiknya atas nama usahamu atau namamu pribadi, dengan alamat surat elektronik yang kamu pegang sendiri, bukan surat elektronik pihak yang mengerjakan.
- Isi situs. Teks, foto, dan tampilan yang dibuat untuk usahamu. Sebaiknya tertulis bahwa hak pemakaiannya menjadi milikmu setelah pembayaran selesai.
- Akses masuk. Kamu perlu punya satu akses tingkat penuh atas namamu sendiri, meski sehari hari yang mengurus tetap orang lain.
Cara Memeriksa Milik Siapa Sekarang
- Cari surat pemberitahuan perpanjangan tahunan di kotak masuk surat elektronikmu. Kalau tidak pernah ada yang masuk ke alamatmu, kemungkinan besar pendaftarannya bukan atas namamu.
- Minta bukti pendaftaran alamat situs secara tertulis kepada pihak yang mengurusnya, lalu lihat nama yang tercantum di sana.
- Coba masuk sendiri ke halaman pengaturan situsmu. Kalau kamu tidak punya akses sama sekali, itu sudah menjadi jawaban.
- Tanyakan siapa yang membayar perpanjangan tiap tahun dan dari rekening siapa. Uang biasanya menunjukkan siapa yang tercatat.
Beda Kondisi, Beda Risiko
| Kondisi | Artinya | Risiko |
|---|---|---|
| Terdaftar atas nama usahamu, kamu punya aksesnya | Aman | Rendah |
| Terdaftar atas nama usahamu, akses dipegang pihak lain | Bisa diperbaiki | Sedang |
| Terdaftar atas nama pihak yang mengerjakan | Kamu menyewa, bukan memiliki | Tinggi |
| Tidak ada yang tahu siapa pemiliknya | Perlu ditelusuri segera | Tinggi |
Apa yang Terjadi Kalau Kamu Bukan Pemiliknya
Supaya tidak terdengar menakut nakuti, ini gambaran keadaan yang benar benar bisa terjadi kalau nama alamat situsmu tidak atas namamu.
- Kamu tidak bisa pindah. Kalau kamu ingin bekerja sama dengan pihak lain, kamu perlu izin dari pemilik yang tercatat. Kalau hubungan sedang tidak baik, prosesnya bisa berhenti di situ.
- Kamu tidak tahu kapan jatuh temponya. Kalau perpanjangan tahunan terlewat tanpa kamu ketahui, situsmu bisa berhenti bisa dibuka, dan pelanggan yang mencari akan mengira usahamu tutup.
- Kamu kehilangan kontak kalau orangnya menghilang. Ini bukan hal langka. Orang berganti pekerjaan, usaha berhenti, nomor tidak aktif lagi.
- Kamu terpaksa mulai dari alamat baru. Semua bahan cetak yang sudah beredar menunjuk ke alamat lama, dan kamu perlu memperkenalkan alamat baru dari awal.
Semua ini bisa dihindari dengan satu kalimat yang kamu sampaikan di awal kerja sama.
Kepemilikan Bukan Cuma Soal Alamat Situs
Selain nama alamat situs, ada beberapa hal lain yang sebaiknya juga jelas atas nama siapa. Kotak surat elektronik usaha, akun media sosial usaha, dan tempat menyimpan situsmu. Pola masalahnya sama persis, yaitu semuanya terlanjur didaftarkan atas nama orang yang kebetulan mengurus saat itu, entah karyawan atau pihak luar.
Cara paling sederhana adalah membuat satu alamat surat elektronik khusus atas nama usaha, lalu memakai alamat itu untuk mendaftarkan segala sesuatu yang menyangkut usahamu. Aksesnya kamu pegang, dan boleh dibagikan kepada orang yang mengurus. Dengan begitu siapa pun yang datang dan pergi, catatannya tetap berpusat di satu tempat yang kamu kuasai.
Apakah Selalu Ada Niat Buruk?
Tidak. Sering kali pendaftaran atas nama pihak yang mengerjakan dilakukan karena alasan praktis, misalnya supaya lebih mudah mengurus perpanjangan dan pembayarannya. Niatnya membantu. Tapi kemudahan hari ini bisa menjadi kerumitan di kemudian hari, terutama kalau orangnya berganti pekerjaan, usahanya berhenti, atau kalian tidak lagi berhubungan. Jadi permintaan agar pendaftaran atas namamu sendiri bukan bentuk kecurigaan, melainkan kebiasaan yang rapi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menganggap sudah membayar berarti sudah memiliki.
- Memakai alamat surat elektronik pribadi karyawan yang kemudian keluar dari perusahaan.
- Tidak menyimpan catatan akses di tempat aman yang diketahui lebih dari satu orang di dalam usaha.
- Membiarkan perpanjangan tahunan diurus pihak lain tanpa kamu tahu tanggal jatuh temponya.
- Baru menanyakan soal kepemilikan pada saat sedang berselisih.
Kalau Ternyata Bukan Atas Namamu
Jangan panik dan jangan langsung menuduh. Ajukan permintaan pemindahan secara baik baik dan tertulis, dengan alasan sederhana saja, yaitu kerapian catatan aset usaha. Sebagian besar permintaan seperti ini dipenuhi tanpa masalah. Sambil menunggu, mulailah menyimpan salinan isi situsmu sendiri agar kamu tidak kehilangan apa pun dalam keadaan terburuk.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah saya harus mengurus perpanjangan sendiri tiap tahun?
Tidak harus. Yang penting pendaftarannya atas namamu dan pemberitahuannya juga masuk ke alamat suratmu. Pelaksanaannya boleh dibantu orang lain.
Bagaimana kalau alamat situsnya sudah dipakai bertahun tahun?
Justru semakin lama dipakai semakin bernilai, dan semakin penting dipastikan atas nama siapa. Jangan menunda hanya karena merasa sudah terlanjur.
Apa bedanya memiliki alamat situs dan memiliki isinya?
Alamat situs adalah nama yang diketik pelanggan. Isinya adalah teks dan foto di dalamnya. Keduanya perlu jelas, tapi alamat situs biasanya yang paling sulit diambil kembali.
Apakah pihak yang mengerjakan boleh menolak permintaan saya?
Kalau kesepakatannya memang menyebut lain, bisa saja ada aturannya. Karena itu poin ini sebaiknya diselesaikan sebelum kerja sama dimulai, bukan sesudah.
Saya belum punya website, apa yang harus saya lakukan sekarang?
Katakan sejak awal bahwa pendaftaran nama alamat situs harus atas nama usahamu, dan minta itu tertulis dalam kesepakatan. Satu kalimat itu menghemat banyak kerepotan.
Apakah nama usaha saya bisa didaftarkan orang lain lebih dulu?
Bisa, karena pendaftaran umumnya berlaku bagi yang lebih dulu mendaftar. Kalau nama alamat yang kamu inginkan masih tersedia, sebaiknya diamankan lebih awal.
Penutup
Kepemilikan itu urusan yang membosankan sampai kamu benar benar membutuhkannya. Luangkan satu jam untuk memeriksa dan merapikan, lalu simpan catatannya di tempat yang kamu ingat. Kalau kamu bingung harus memeriksa dari mana, VISBA terbuka membantu menelusuri bersama tanpa biaya dan tanpa kewajiban melanjutkan kerja sama, termasuk kalau ternyata semuanya sudah aman dan kamu tidak perlu apa apa.
Punya kendala serupa di bisnismu?
Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.
Hubungi Kami