Hubungi Kami Beranda Artikel Pembuat Invoice Gratis Pesanan Kontak
Memilih Vendor & Proses

Tanda Vendor Website Tidak Bisa Dipercaya, Cek Sebelum Bayar

6 menit baca

Tanda penyedia jasa website yang berisiko hampir selalu muncul sebelum kamu mengeluarkan uang, bukan sesudahnya. Masalahnya, tanda itu terlihat sepele saat kamu masih semangat. Janji yang terlalu enak didengar, penawaran yang tidak tertulis, dan jawaban yang selalu berputar ketika kamu bertanya soal kepemilikan. Kalau kamu tahu apa yang harus diperhatikan, kamu bisa menyaring ini dalam satu atau dua kali obrolan saja.

Tulisan ini bukan untuk menuduh siapa pun. Banyak penyedia jasa bekerja baik dan hasilnya bagus. Yang dibahas di sini adalah pola, bukan orang. Pola inilah yang bisa kamu pakai sebagai alat ukur.

Kenapa Pemilik Usaha Sering Kecolongan

Pemilik usaha biasanya membeli website sekali dalam beberapa tahun. Artinya kamu tidak punya banyak pengalaman untuk membandingkan. Kamu juga tidak punya waktu untuk mempelajari istilah yang dipakai. Akibatnya keputusan diambil berdasarkan harga dan kesan pertama.

Padahal yang menentukan kamu tenang atau tidak dalam tiga tahun ke depan bukan harga awal, melainkan hal hal kecil yang biasanya tidak ditanyakan di awal. Siapa pemilik alamat situsnya. Apa yang kamu terima kalau kerja sama berhenti. Apa yang masuk hitungan revisi dan apa yang tidak.

Tanda yang Perlu Kamu Perhatikan

  1. Menjanjikan hasil pasti. Kalau ada yang menjamin usahamu pasti muncul di urutan pertama mesin pencari dalam waktu tertentu, itu janji yang tidak bisa dipegang siapa pun. Hasil pencarian ditentukan pihak lain, bukan penyedia jasa.
  2. Tidak mau menuliskan apa pun. Semua dibahas lewat obrolan pesan, tidak ada rincian tertulis soal apa yang dikerjakan, berapa lama, dan apa yang tidak termasuk. Ketika ada beda pendapat nanti, tidak ada yang bisa dibuka kembali.
  3. Menghindari pertanyaan soal kepemilikan. Ini yang paling penting. Kalau kamu bertanya nama alamat situs akan didaftarkan atas nama siapa dan jawabannya berputar, berhenti dulu di situ.
  4. Harga jauh di bawah pasaran tanpa penjelasan. Murah bukan masalah kalau jelas apa yang dikurangi. Yang jadi masalah adalah murah tanpa keterangan, karena biasanya biayanya muncul belakangan.
  5. Tidak bisa menunjukkan hasil kerja yang bisa dibuka. Gambar tangkapan layar saja tidak cukup. Minta alamat situs yang benar benar hidup dan bisa kamu buka sendiri.
  6. Susah dihubungi sejak masa penawaran. Kalau saat mau dibayar saja balasannya lambat, kemungkinan besar setelah dibayar tidak akan lebih cepat.
  7. Semua dikerjakan satu orang tanpa cadangan. Ini tidak selalu buruk, tapi kamu perlu tahu risikonya dan menanyakan apa yang terjadi kalau orang itu berhalangan.

Cara Menguji dengan Tiga Pertanyaan

Kamu tidak perlu paham teknis untuk menguji. Tiga pertanyaan ini sudah cukup membedakan.

PertanyaanmuJawaban yang menenangkanJawaban yang perlu diwaspadai
Nama alamat situs didaftarkan atas nama siapa?Atas nama usahamu, dan kamu diberi akses masuknyaAtas nama penyedia jasa, atau dijawab tidak perlu dipikirkan
Kalau kita berhenti kerja sama, saya dapat apa?Daftar jelas berisi seluruh isi situs dan aksesBelum pernah dipikirkan atau dijawab sambil lalu
Apa saja yang tidak termasuk dalam harga ini?Disebutkan terbuka, misalnya penulisan isi atau fotoSemua termasuk, tanpa batas

Jawaban ketiga sering disalahpahami. Penawaran yang mengaku semuanya termasuk dan tanpa batas justru berbahaya, karena batasnya akan muncul juga nanti, hanya saja secara mendadak dan tidak menyenangkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Memilih hanya karena harga paling murah, lalu keluar biaya tambahan yang totalnya lebih besar.
  • Membayar lunas di depan tanpa tahap. Pembayaran bertahap melindungi kedua pihak.
  • Tidak menyimpan bukti percakapan kesepakatan. Kalau memang tidak ada kontrak, minimal simpan ringkasan tertulis yang disetujui bersama.
  • Menyerahkan seluruh urusan ke karyawan tanpa ikut memahami pokoknya. Yang menandatangani tetap kamu.
  • Tidak pernah meminta akses masuk ke situs sendiri sampai bertahun tahun kemudian.

Cara Menyaring Sebelum Bertemu

Sebelum kamu menghabiskan waktu untuk pertemuan, ada penyaringan awal yang bisa kamu lakukan dari rumah dan tidak butuh keahlian apa pun.

  1. Cari jejaknya. Lihat apakah ada halaman resmi yang bisa dibuka, keterangan alamat, dan cara menghubungi yang jelas. Pihak yang tidak punya jejak apa pun bukan berarti buruk, tapi kamu perlu bertanya lebih banyak.
  2. Perhatikan cara mereka menjawab pertanyaan pertama. Kalau kamu bertanya soal kebutuhanmu dan yang datang langsung daftar harga tanpa satu pun pertanyaan balik, biasanya pekerjaannya juga akan dikerjakan tanpa memahami usahamu.
  3. Tanyakan siapa yang akan mengerjakan. Kamu berhak tahu apakah yang kamu ajak bicara adalah orang yang sama dengan yang mengerjakan, atau ada pihak lain di belakangnya.
  4. Minta gambaran tahapan kerjanya. Pihak yang sudah terbiasa bisa menjelaskan urutan pekerjaan dengan lancar. Yang belum terbiasa biasanya menjawab dengan sangat umum.

Penyaringan ini tidak sempurna, tapi biasanya sudah cukup untuk mengurangi daftar dari lima calon menjadi dua yang serius kamu ajak bicara.

Waspadai Juga Diri Sendiri

Sebagian masalah lahir bukan dari pihak yang mengerjakan, tapi dari cara kita membeli. Kalau kamu meminta harga serendah mungkin sambil menuntut cakupan seluas mungkin, kamu sedang mendorong siapa pun untuk mengambil jalan pintas. Kalau kamu tidak menyediakan bahan dan tidak membalas pertanyaan selama berminggu minggu, hasilnya juga akan mengecewakan meski pihak yang mengerjakan sudah berusaha.

Jadi selain memeriksa calon penyedia jasa, periksa juga kesiapanmu sendiri. Apakah kamu tahu apa yang kamu inginkan, apakah kamu punya waktu untuk memutuskan, dan apakah anggaranmu sesuai dengan tuntutanmu. Tiga hal itu sama menentukannya dengan siapa yang kamu pilih.

Kalau Kamu Sudah Terlanjur

Kalau kamu membaca ini setelah terlanjur bekerja sama dan mulai ragu, jangan langsung marah. Mulai dari meminta daftar akses secara baik baik, tertulis, dan sopan. Sebagian besar masalah sebetulnya lahir dari kebiasaan yang tidak rapi, bukan dari niat buruk. Kalau permintaan sederhana itu ditolak berulang kali tanpa alasan yang masuk akal, barulah kamu perlu menyiapkan langkah lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah penyedia jasa yang murah pasti tidak bisa dipercaya?

Tidak. Harga murah bisa masuk akal kalau cakupannya memang kecil, misalnya satu halaman saja. Yang jadi masalah adalah harga murah dengan janji yang sangat besar.

Saya awam, bagaimana menilai kualitas hasil kerja?

Buka contoh situs yang mereka kerjakan lewat telepon genggammu sendiri. Perhatikan kecepatan terbuka, kenyamanan dibaca, dan apakah tombol menghubungi mudah ditemukan. Itu sudah menceritakan banyak hal.

Perlukah saya membuat kontrak resmi?

Untuk pekerjaan bernilai kecil, ringkasan tertulis yang disetujui dua pihak biasanya cukup. Untuk pekerjaan bernilai besar dan berjangka panjang, kontrak sangat dianjurkan.

Bolehkah saya minta nama alamat situs atas nama saya sendiri?

Boleh, dan sebaiknya kamu memintanya. Itu hakmu sebagai pemilik usaha. Penyedia jasa yang sehat tidak akan keberatan.

Bagaimana kalau saya butuh cepat dan tidak sempat memeriksa?

Buru buru justru mahal. Luangkan satu hari untuk bertanya. Satu hari itu bisa menghemat berbulan bulan kerepotan.

Apakah harus bertemu langsung?

Tidak wajib, tapi kalau penyedia jasanya ada di kota yang sama, bertemu sekali biasanya membuat komunikasi setelahnya jauh lebih lancar.

Penutup

Memilih penyedia jasa website itu keputusan usaha, sama seperti memilih pemasok atau menyewa tempat. Kamu berhak bertanya sampai paham, dan kamu berhak meminta semuanya tertulis. Kalau kamu ingin menimbang penawaran yang sudah kamu terima, VISBA terbuka untuk diajak berdiskusi lebih dulu tanpa biaya dan tanpa kewajiban lanjut. Kalaupun akhirnya kamu memilih pihak lain, minimal kamu memilih dengan mata terbuka.

Punya kendala serupa di bisnismu?

Ceritakan dulu situasinya. Konsultasi dan demo gratis, tanpa biaya di awal.

Hubungi Kami

Baca juga